Selasa, 20 November 2012

Tugas

Rafif Suryo Utomo
-->
Unilever,  perusahaan consumer goods dunia ini merelokasi pabrik sabun dari Jerman ke Indonesia.   Produksi sabun itu selain akan dipasarkan di pasar dalam negeri juga diekspor ke negara di kawasan regional Asean.     

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perindustrian,  MS Hidayat dari hasil pertemuan dengan manajemen PT Unilever Indonesia Tbk.   Hidayat mengatakan relokasi pabrik dilakukan karena pabrik sabun di Jerman sudah ditutup karena tidak efisien.      

Indonesia dinilai tepat untuk lokasi relokasi karena konsumen yang besar dan juga dekat dengan bahan baku.   Selanjutnya pabrik sabun itu akan dibangun di Rungkut,  Jawa Timur.  "Konstruksi pabrik tengah berjalan," kata Hidayat.       

Sancoyo Antarikso,  Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk mengatakan dari tahun 2010 hingga 2012,  mereka menyiapkan anggaran investasi sekitar 300 juta Euro.  "Dana itu untuk pengembangan termasuk peningkatan kapasitas," kata Sancoyo.      

Josef Bataona,  HR Director PT Unilever Indonesia Tbk mengatakan Unilever Indonesia memiliki peran penting bagi Unilever di seluruh dunia.   Di tingkat dunia dari lebih dari 100 perusahaan Unilever,  Unilever Indonesia masuk jajaran 10 besar,  sedangkan di Asia kedua terbesar setelah India.  
"Kami menargetkan bisa menjadi nomor satu di Asia," kata Josef.      

Josef mengatakan pabrik Unilever di Indonesia sendiri bukan hanya untuk suplai lokal tapi juga ekspor ke Asia dan Australia. 
Menurutnya Unilever Indonesia akan terus melakukan ekspansi konsumen mereka terus meningkat.        

GUNA memberikan apresiasi khususnya kepada kaum wanita, Unilever membuka pabrik skin care terbesar se-Asia setelah melewati tujuh bulan tahap pembangunan.

Pabrik yang mengambil lokasi di Kawasan Industri Jababeka, Jalan Jababeka 5 Nomor 14-16 Blok U, Jababeka Cikarang-Bekasi ini didesain dengan luas area 10 ha, dengan 22.500 m2 luas bangunan.

Acara peresmian pembukaan pabrik Unilever ini dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Fahmi Idris yang ditandai dengan menekan tombol sirine dan penandatanganan plakat. Kehadiran Fahmi dalam acara tersebut mewakili Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

"Pabrik Unilever ini harus terus dikembangkan untuk pengoptimalan devisa dan penyerapan tenaga kerja serta harus terus dikembangkan di iklim usaha yang kondusif. Karena Indonesia sekarang sedang menghadapi 2 tantangan besar, yaitu masuknya produk China baik yang legal atau tidak dan persaingan usaha yang sangat ketat. Namun Unilever terus berkembang, hal tersebut merupakan bukti bahwa Indonesia adalah tempat yang menarik dan menguntungkan untuk kapabilitas nasional yang meningkat," ucap Fahmi saat peresmian pembukaan pabrik Unilever, Rabu (3/12/2008).

Saat ditanya mengenai pembangunan pabrik skin care Unilever, Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Maurits Lalisang memberikan penjelasannya.

"Meningkatnya pertumbuhan bisnis skin care tidak bisa lepas dari peran serta kaum perempuan, baik itu konsumen, tenaga riset pemasar, hingga pekerja pabrik. Oleh karena itu pabrik ini juga dibangun sebagai bentuk komitmen kami terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan. Pembangunan pabrik berkapasitas 53.00 ton/tahun telah menelan investasi awal sebesar 500 miliar tak lepas dari bisnis skin care yang berkembang pesat," ungkapnya.

Acara semakin menarik dengan kehadiran bintang tamu yang merupakan brand ambassador dari berbagai produk Unilever, seperti Krisdayanti untuk produk Sunsilk, Dewi Sandra mewakili Vasselin, pembawa acara Maudy Koesnaedy untuk Rumah Cantik Citra, dan penyanyi pria ternama Ari Lasso.

Acara dilanjutkan dengan tur mengelilingi pabrik Unilever. Adapun tempat pertama yang dikunjungi adalah Market Pabrik yang di dalamnya dilengkapi Factory Miniature. Sehingga pengunjung dapat melihat gambar bangunan serta lahan luas di sekeliling pabrik.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan Viewing Gallery, yaitu melihat lokasi produksi produk Unilever yang terdiri dari tiga sisi berbeda. Di sisi kanan khusus untuk pembuatan produk Pond's dan Dove, di sisi tengah sebagai area pembuatan produk Citra dan Lifebouy, sedangkan di sisi kiri merupakan tempat memproduki sabun cair dalam bentuk kemasan atau sachet.

Tetap ingin memberikan kenyamanan bagi para pengunjung pabrik skin care, Unilever pun mengusung Brand Experience. Di mana masyarakat dapat memeriksakan kesehatan kulitnya dan mengenal seluruh manfaat serta varian produk Pond's, Vaselin, serta dapat berelaksasi di Rumah Cantik Citra. (nsa)

Rabu, 10 Agustus 2011

Tugas Mid semester 2


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada pemakalah, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul:
PERENCANAAN, TUJUAN DAN PEMBUATAN KEPUTUSAN (PLANNING, GOAL AND DECISION MAKING)  

            Saya menyadari bahwa pembuatan makalah ini dapat saya selesaikan, tidak terlepas dari kuasa Alloh swt, dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini saya menghaturkan puji syukur kepada Alloh swt, serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

          Pemakalah juga menyadari dalam proses pembuatan makalah ini masih sangatlah jauh dari kesempurnaan, baik materi maupun cara penulisannya, namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang saya miliki, sehingga makalah ini dapat selesai, dan oleh karenanya dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka saya menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.

            Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Sungai Penuh,   Agustus 2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar                                                                                 …. 1

 

Daftar Isi                                                                                            …. 2

 

Pembahasan                                                                                      …. 3

 

Kesimpulan                                                                                        …. 12

 

Daftar Pustaka                                                                                  …. 13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

PERENCANAAN, TUJUAN DAN PEMBUATAN KEPUTUSAN (PLANNING, GOAL AND DECISION MAKING )

A.        Pengantar 
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tinsdakan. Perencanaan diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan dimasyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
B.        Batasan Perencanaan
Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done, sedangkan menurut A.ALLEN planning is the determination of a course of action to achieve a desired result, pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa (what) siapa (Who) kapan (When) dimana (When) mengapa (why) dan bagaimana (How), jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan.
C.        Unsur-unsur Perencanaan 
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-unsur perencanaan yaitu :
1.                  Tindakan apa yang harus dikerjakan
2.                  Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan 
3.                  Dimana tindakan tersebut dilakukan
4.                  Kapan tindakan tersebut dilakukan
5.                  Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
6.                  Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut. 


D.        Sifat Rencana Yang Baik
Rencana yang baik harus memuat sifat-sifat sebagai berikut :
1.                  Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan.
2.                  Fleksibel, suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya bila ada perubahan keadaan maka tidak semua rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan penyesuaian-penyesuaian saja, sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang direncanakan.
3.                  Stabilitas, tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga stabilitasnya setiap rencana harus ada dalam perimbangan.
4.                  Ada dalam perimbangan berarti bahwa pemberian waktu dan faktor-faktor produksi kepada siapa tujuan organisasi seimbang dengan kebutuhan.
5.                  Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan, jadi meliputi fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi.
E.        Proses Pembuatan Rencana
1.                  Menetapkan tugas dan tujuan antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya, tugas diartikan sebagai apa yang harus dilakukan, sedang tujuan yaitu suatu atau nilai yang akan diperoleh.
2.                  Observasi dan analisa menentukan faktor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa terhadapnya untuk ditentukan mana yang digunakan.
3.                  Mengadakan kemungkinan-kemungkinan faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam pencapaian tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu, misalnya lamanya penyelesian, besarbya biaya yang dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya.
4.                  Membuat sintesa sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan
F.         Siapa Pembuat Rencana ?
1.         Panitia Perencanaan
            Panitia ini terdiri dari beberapa unsure yang mewakili beberapa pihak, yang masing-masing membawakan misinya untuk menghasilkan suatu rencana, dengan harapan rencana yang dibuat akan lebih baik.
2.         Bagian Perencanaan
            Seringkali tugas perencanaan, merupakan tugas rutin dalam suatu organisasi atau perusahaan. Ini merupakan satu unit dalam suatu organisasi yang bertugas khusus membuat rencana. Jadi disini tidak ada unsur perwakilan yang mewakili suatu bagian dalam organisasi.
3.         Tenaga Staf
            Pada sebuah organisasi atau perusahaan ada dua kelompok fungsional yaitu :
-                      Pelaksana, tidak disamakan dengan pimpinan yaitu kelompok yang langsung menangani pekerjaan 
-                      Staf (pemikir) yaitu kelompok yang tidak secara langsung menghasilkan barang atau produk perusahaan, tugasnya menganalisa fakta-fakta untuk kemudian merencanakan sesuatu guna.
G. Bentuk-bentuk Perencanaan 
1.         Rencana Global (Global Plan) analisa penyusunan recana global terdiri atas:
-           Strenght yaitu kekuatan yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan
-           Weaknesses, memperhatikan kelemahan yang dimiliki organisasi yang bersangkutan.
-           Opportunity yaitu kesempatan terbuka yang dimiliki oleh organisasi
-           Treath yaitu tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi
2.         Rencana Stategik (Strategic Plan)
Bagian dari rencana global yang lebih terperinci. Dimana dengan menyusun kerangka kerja yang akan dilakukan untuk mencapai rencana global, dimensi waktunya adalang jangka panjang. Dalam pencapaiannya dilakukan dengan system prioritas. Mana yang akan dicapai terlebih dahulu.
Merupakan proses prencanaan jangka panjang yang tersusun dan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tiga alas an penggunaan perencanaan strategic ini yaitu :
1.                  Memberikan kerangka dasar bagi perencanaan lainnya yang akan dilakukan
2.                  Mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencanaan lainnya.
3.                  Titik permulaan pemahaman dan penilaian kegiatan manajer dan organisasi.
3.         Rencana Operasional (Operational Plan) rencana ini meliputi perencanaan terhadap kegiatan-kegiatan operasional dan bersifat jangka pendek. 
            -           Rencana sekali pakai ( single use plan ) yaitu kegiatan yang tidak digunakan lagi setelah tercapainya tujuan dan ini sifatnya lebih terperinci hanya sekali pakai, misalnya rencana pembelian dan pemasangan mesin komputer dalam suatu perusahaan.
            -           Rencana Tetap ( Standing Plan ) yaitu berupa pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan-penanganan situasi yang dapat diperkirakan terlebih dahulu dan akan terjadi berulang-ulang. 
H.        Tujuan Organisasi (Organization Goal)
            Dua unsur dari pada tujuan yaitu :
1.                  Hasil akhir yang ingin dicapai
2.                  Kegiatan yang dilakukan saat ini untuk mencapai tujuan tersebut
Dalam buku Manullang Davis membagi tujuan menjadi tiga jenis yaitu:
1.      Tujuan primer berupa nilai ekonomis yang diberikan baik langsung ataupun tidak langsung kepada masyarakat dalam pembuatan barang dan jasa.
2.      Tujuan kolateralnilai umum dalam pengertian luas demi kebaikan masyarakat
3.      Tujuan Skunder, berkenaan dengan nilai ekonomis dan efektifitas dalam pencapaian tujuan diatas. 
I.          Bentuk-bentuk Tujuan
            Parrow membagi tujuan menjadi lima bentuk :
1.                  Sociental Goals, dibagi menjadi bagian-bagian karena organisasi sifatnya luas untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat.
2.                  Output Goals, menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen dalam bentuk konsumsi.
3.                  System Goals, pelaksanaan semua fungsi organisasi dilakukan dengan system yang biasa digunakan dalam organisasi tersebut.
4.                  Product Goals, berdasarkan pada produk yang dihasilkan oleh organisasi atau perusahaan.
5.                  Derived Goals, dihubungkan dan didasarkan pada tujuan-tujuan lainnya yang ada dalam organisasi,
J.         Fungsi Tujuan 
            1.         Sebagai dasar dan patokan bagi kegiatan-kegiatan yang ada dalam organisasi baik pengarahan, penyaluran usaha-usaha maupun kegiatan dari para anggota organisasi tersebut tanpa kecuali.
            2.         Sumber legitimasi dengan meningkatkan kemampuan kegiatan-kegiatan yang dilakukan guna mendapatkan sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi dan mendapatkan dukungan dari lingkungan yang berada di sekitarnya.
            3.         Sebagai standar pelaksanaan dengan melaksanakan diri pada tujuan yang akan dicapai yang dibuat secara jelas dan dapat dipahami oleh anggota lainnya.
            4.         Sumber motivasi untuk mendorong anggota lainnya dalam melaksanakan tugasnya, misal dengan memberikan insentif bagi anggota yang melaksanakan tugasnya dengan baik, menghasilkan produk di atas standar dan lain sebagainya yang akhirnya dapat mendorong anggota lainnya.
            5.         Sebagai unsur rasional perusahaan, karena tujuan ini merupakan dasar perancangan dari organisasi.
                        Peter Drucker menetapkan delapan unsur yang harus ada dalam suatu organisasi di dalam menetapkan tujuan, yaitu :
                        1.         Posisi pasar, berapa market share yang dapat dikuasai oleh perusahaan, hal ini dengan melihat berapa besar langganan dan produk yang dapat dikuasai, segmen pasar dan saluran distribusi yang digunakan.
                        2.         Produktivitas, yaitu dengan menghitung antar input yang digunakan dengan output yang dicapai, yang merupakan efisiensi perusahaan.
                        3.         Sumberdaya pisik dan keuangan, dengan memperhatikan teknologi yang digunakan dan sumberdaya yang diperlukan dihubungkan dengan besarnya posisi keuangan yang dimiliki.
                        4.         Profitabilitas, pencapaian tujuan yang dihitung dengan berapa rupiah yang diterima dengan melakukan riset and develop-ment, tersedianya kapital untuk renovasi teknologi dan kompensasi yang diterima.
                        5.         Inovasi, yaitu pembaharuan-pembaharuan yang dilaksanakan dengan mengeluarkan produk baru, teknologi yang lebih canggih misalnya, yang didasarkan pada kebutuhan yang terus bertambah.
                        6.         Prestasi dan pengembangan manajer, dengan memperhatikan pada kualitas manajemen untuk pengembangan para manajer.
                        7.         Prestasi dan sikap karyawan, dengan menetapkan tujuan-tujuan yang menyangkut faktor-faktor karyawan dalam pencapaian efektifitas kerja.
                        8.         Tanggung jawab solusi dan publik, guna menangani gejolak yang terjadi di perusahaan yang dilakukan oleh para karyawan berupa pemogokan ataupun unjuk rasa, hukum, pemerintah dan kelompok masyarakat lainnya.
K.        Management Bay Objective (MBO)
Pertama kali diperkenalkan oleh Peter Drucker dalam bukunya The Practice of Management pada tahun 1954. Management by objective dapat juga disebut sebagai manajemen berdasarkan sasaran, manajemen berdasarkan hasil (Management by Result), Goals management, Work planning and review dan lain sebagainya yang pada intinya sama.
Management by objective menekankan pada pentingnya peranan tujuan dalam perencanaan yang efektif, dengan menetapkan prosedur pencapaian baik yang formal maupun informal, pertama dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai dilanjutkan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan sampai selesai baru diadakan peninjauan kembali atas pekerjaan yang telah dilakukan. Kegiatan MBO singkatan dari management by objective yaitu proses partisipasi yang melibatkan bawahan dan para manajer dalam setiap tingkatan organisasi yang dirumuskan dengan bentuk misi atau sasaran, yang dapat diukur dimana penggunaan ukuran ini sebagai pedoman bagi pengoperasian satuan kerja.
L.         Sistem Management By Objective Yang Efektif
1.         Adanya komitmen para manajer tujuan pribadi dan organisasi, sehingga dia harus berjumpa dengan bawahannya untuk memberikan penetapan tujuan dan menilainya.
2.         Penetapan tujuan manajemen puncak yang dinyatakan dalam nilai tertentu yang dapat diukur, sehingga antara manajer dan bawahan mempunyai gagasan yang jelas tentang apa yang diharapkan oleh manajemen puncak, sehingga dapat diketahui antara individu dengan tujuan organisasi secara keseluruhan.
3.         Tujuan perseorangan, dimana antara manajer dan bawahan harus merumuskan tujuan bersama dan tanggung jawab terhadap bagiannya secara jelas guna memahami tentang apa yang akan dicapai.
4.         Perlunya partisipasi semua pihak, dimana semakin besar partisipasi dari semua anggota, maka semakin besar tujuan yang akan tercapai.
5.         Otonomi dan implementasi rencana, disini bawahan dan manajer bebas untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program-program pencapaian tujuannya.
6.         Peninjauan kembali prestasi yang dilakukan secara periodik terhadap kemajuan tujuan.
M.        Kebaikan dan Kelemahan MBO
Kebaikan : Kelemahan :
1.         Mengetahui apa yang diharap-harapkan dari organisasi.
2.         Membantu manajer membuat tujuan dan sasaran.
3.         Memperbaiki komunikasi vertikal antara manajer dengan bawahan
4.         Membuat proses evaluasi.
1.         Kelemahan yang melekat pada proses MBO, dalam konsumsi waktu dan biaya yang besar.
2.         Dalam hal pengembangan dan implementasi program-program MBO.

N.        Unsur-unsur Efektivitas MBO
            1.         Agar MBO sukses maka manajer harus memahami dan mempunyai keterampilan secara mengetahui kemanfaatan dan kegunaan dari MBO.
2.         Tujuan merupakan hal yang realistis dan mudah dipahami oleh siapapun juga, sehingga tujuan ini sering digunakan untuk mengevaluasi prestasi kerja dari manajer, apakah dia berhasil dalam tugasnya atau gagal.
3.         Top manajer harus menjaga sistem MBO ini tetap hidup dan berfungsi sebagaimana mestinya.
4.         Tanpa partisipasi semua pihak tidaklah mungkin program MBO ini berjalan, maka semua pihak harus mengetahui posisinya dalam hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai, umpan balik terhadapnya sangat berguna.
O.        Bentuk-bentuk Pembuatan Keputusan ( Decision Making)
Pembuatan keputusan yaitu proses serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam penyelesaian suatu masalah. Pembuatan keputusan ini dilakukan oleh setiap jabatan dalam organisasi. Manajer akan membantu keputusan yang berbeda dalam situasi dan kondisi yang berbeda pula.
Bentuk keputusan ini bisa berupa keputusan yang diprogram (Programmed decisions) atau tidak, bisa juga dibedakan antara keputusan yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko dan ketidak pastian.
Keputusan terprogram yaitu keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan atau prosedur yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang. Contoh : penetapan gaji pegawai, prosedur penerimaan pegawai baru, prosedur kenaikan jenjang kepegawaian dan sebagainya.
Keputusan tidak terprogram (non-programmed decisions), yaitu keputusan yang dibuat karena terjadinya masalah-masalah khusus atau tidak biasanya. Contoh : pengalokasian sumber daya-sumber daya organisasi, penjualan yang merosot tajam, pemakaian teknologi yang termodern, dan lain sebagainya.
Keputusan dengan kepastian, resiko dan ketidak-pastian, ini tergantung dari beberapa aspek yang tidak dapat diperkirakan dan dipastikan sebelumnya, seperti reaksi pesaing, perubahan perekonomian, perubahan teknologi, perilaku konsumen dan lain sebagainya. Oleh karena itu ini terbagi dalam tiga jenis situasi, yaitu :
Kepastian (certainty), yaitu dengan diketahuinya keaaan yang akan terjadi diwaktu mendatang, karena tersedianya informasi yang akurat dan responsibility.
Resiko (risk), yaitu dengan diketahuinya kesempatan atau probabilitas setiap kemungkinan yang akan terjadi serta hasilnya, tetapi informasi yang lengkap tidak dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Ketidak pastian (uncertainty), dimana manajer tidak mengetahui probabilitas yang dimiliki serta tidak diketahuinya situasi yang akan terjadi diwaktu mendatang, karena tidak mempunyai informasi yang dibutuhkan. Umumnya ini menyangkut keputusan yang kritis dan paling menarik.
P.         Proses Pembuatan Keputusan 
            1.         Pemahaman dan Perumusan Masalah manajer harus dapat menemukan masalah apa yang sebenarnya, dan menentukan bagian-bagian mana yang harus dipecahkan dan bagian mana yang seharusnya dipecahkan.
            2.         Pengumpulan dan Analisa Data yang Relevan setelah masalahnya ditemukan, lalu ditentukan dan dibuatkan rumusannya untuk membuat keputusan yang tepat.
            3.         Pengembangan Alternatif pengembangan alternatif memungkinkan menolak kecenderungan membuat keputusan yang cepat agar tercapai keputusan yang efektif.
            4.         Pengevaluasian terhadap alternatif yang digunakan menilai efektivitas dari alternatif yang dipakai, yang diukur dengan menghubungkan tujuan dan sumber daya organisasi dengan alternatif yang realistic serta menilai seberapa baik alternatif yang diambil dapat membantu pemecahan masalah.
            5.         Pemilihan Alternatif Terbaik didasarkan pada informasi yang diberikan kepada manajer dan ketidak sempurnaan kebijaksanaan yang diambil oleh manajer.
            6.         Implementasi Keputusan manajer harus menetapkan anggaran, mengadakan dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan, serta memperhatikan resiko dan ketidak puasan terhadap keputusan yang diambil. Sehingga perlu dibuat prosedur laporan kemajuan periodic dan mempersiapkan tindakan korektif bila timbul masalah baru dalam keputusan yang dibuat serta mempersiapkan peringatan dini atas segala kemungkinan yang terjadi.
            7.         Evaluasi atas Hasil Keputusan implementasi yang telah diambil harus selalu dimonitor terus-menerus, apakah berjalan lancar dan memberikan hasil yang diharapkan.
Q.        Keterlibatan Bawahan Dalam Pembuatan Keputusan
            Keterlibatan bawahan dalam pembuatan keputusan dapat bersifat resmi missal dengan pembuatan kelompok, bisa juga bersifat tidak resmi missal dengan meminta gagasan dan saran-saran. Pembuatan keputusan yang didasarkan pada sifat formal lebih efektif karena banyak masukan-masukan pengetahuan yang lainnya. karakteristik situasi keputusan dan gaya pembuatan keputusan manajemen akan mempengaruhi dan menentukan apakah pembuatan keputusan dilakukan secara kelompok atau tidak.
R.        Metode Kuantitatif Dalam Pembuatan Keputusan
            Operasi organisasi semakin komplek dan mahal, sehingga semakin sulit dan penting manajer dalam membuat rencana dan keputusan. Untuk itu diperlukan bantuan berbagai teknik dan peralatan kuantitatif. Teknik dan peralatan kuantitatif pembuatan keputusan dikenal dengan nama teknik management science dan operations research. Riset operasi menggambarkan, memahami, dan memperkirakan perilaku berbagai sistem yang komplek dalam kehidupan manusia, tujuannya menyediakan informasi yang akurat.

            Kesimpulan
            Perencanaan merupakan awal kesuksesan sebuah rencana, dalam perusahaan atau organisasi, perencanaan adalah salah satu pilar penentu berhasil atau terlaksananya tujuan, tetapi semata-mata dengan perencanaan yang baik, semua tujuan akan dapat tercapai, karena disana masih ada poin pelaksanaa, pengawasan, serta analisa dan evaluasi pelaksanaan, dari perencanaan.






DAFTAR PUSTAKA

1. www.manajemen.blogspot.com.
2. www.koperasiku.com
3. massofa.wordpress.com


Tugas Mid semester 2

Daftar Inflasi

JAKARTA - Di tengah wacana peningkatan tingkat inflasi dan tingkat suku bunga yang kemungkinan besar terjadi pada 2010 ini, properti dan emas dapat menjadi instrumen investasi yang aman dari dampak inflasi.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Research and Chief Economist Asia ING Comercial Banking Tim Condon, di Jakarta, hari ini.

" Properti dan emas dianggap sebagai dua instrumen investasi yang dapat mengatasi dampak inflasi di kalangan investor di Indonesia " jelasnya.
 
Dia menjelaskan jika investor akan terus memonitor tingkat inflasi dan suku bunga domestik di 2010. Survei menyatakan bahwa 50 persen dari investor memperkirakan inflasi akan naik pada triwulan I-2010.
 
Pada saat yang sama, 53 persen dari investor berpendapat bahwa suku bunga dalam negeri akan meingkat pada triwulan II. Pandangan investor Indonesia ini secara garis besar konsisten dengan pandangan para investor di negara Asia lainnya (kecuali Jepang), di mana 59 persen dari mereka memperkirakan inflasi meningkat di triwulan I-2010.
 
"Para investor diperkirakan akan memperhatikan dengan seksama kebijakan moneter yang akan diperketat pada 2010. Walaupun Indonesia mencatat tingkat inflasi yang rendah di 2009 dikarenakan melemahnya harga komoditas, inflasi akan kembali meningkat di awal 2010, dan bertahan pada kisaran 5-7 persen selama 2010. Kami perkirakan tingkat suku bunga akan meningkat pada semester pertama 2010," papar Tim.
























JAKARTA. Badan Pusat Statistis (BPS) mengungkapkan, laju inflasi pada Febuari 2010 sebesar 0,30%. Secara tahunan kalender, yakni Januari hingga Febuari 2010, inflasi telah mencapai 1,14%. Sementara itu, secara tahunan atau year on year alias Febuari 2010 terhadap Febuari 2009, inflasi sebesar 3,81%.


Sama seperti inflasi sebelumnya, kenaikan beras yang mencapai 3,02% menjadi faktor terbesar terjadinya inflasi pada bulan Febuari. Kontribusinya mencapai 0,13% dari total inflasi, " Ini karena ada pergeseran musim panan sedikit yang menjadi Maret sekalipun Januari dan Febuari ada panen " ucap Kepala BPS Rusman Heriawan di gedung BPS, Senin (1/3).


Rusman mengatakan, agar inflasi dapat terjaga dengan baik, pemerintah jangan lagi mewacanakan akan menaikan tarif dasar listrik (TDL) ataupun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Kalau masih ada ruang untuk menambah subsidi akan lebih baik. Juga jangan tidak menaikan tapi diomongin terus, akan rugi dua kali" jelas dia.

Dia melanjutkan, sepanjang pemerintah tidak menaikkan atau mewacanakan akan menaikan harga TDL dan harga BBM, tingkat inflasi akan aman. BPS memperkirakan, kata Rusman, inflasi sepanjang tahun ini akan terjaga di tingkat asumsi inflasi yang ditetapkan pemerintah.




























Jakarta, CyberNews. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan target laju Inflasi tahun 2011 sebesar 5,3% dalam APBN sulit dicapai. Pasalnya, di tahun ini target inflasi itu terganjal berbagai kebijakan pemerintah.

" Saya tidak mengatakan 5,3 persen itu tercapai atau tidak tercapai, karena kami tidak bisa juga buat proyeksi tapi rasanya target pemerintah itu belum bisa tercapai di tengah serbuan faktor internal dan eksternal " ujar Rusman.
Menurut dia, harga pangan dunia tengah meningkat yang berimbas pada harga pangan di dalam negeri. Meskipun, lanjut Rusman, kenaikan harga pangan diakuinya tidak setinggi pada bulan Desember lalu.
Rusman menilai kebijakan-kebijakan pemerintah tahun ini disinyalir memicu inflasi. Terutama kebijakan pembatasan BBM bersubsidi dan tarif listrik. "Ingat pada 2010 pendorong inflasi nomor dua itu dari TDL sehingga menjadi referensi buat pemerintah " terangnya.
Kendati demikian, Rusman menambahkan, bukan berarti kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan. Pasalnya, pembatasan BBM bersubsidi yang akan diberlakukan pada akhir kuartal I berdampak baik untuk anggaran negara sehingga memang patut dilakukan.
Selain itu, pelepasan Capping listrik industri, lanjutnya, juga memiliki potensi untuk menaikan inflasi pada 2011 ini. Meskipun, Rusman mensinyalir dampak inflasinya tidak langsung tapi memiliki dampak berkelanjutan. " Kalau akibat kebijakan itu industrinya naikin harga ya akan kena ke masyarakat dan bisa menimbulkan inflasi " jelasnya.
Penyesuaian gaji

Menurut Rusman, ekspektasi inflasi sangat melekat di masyarakat Indonesia, sehingga isu-isu yang sensitif saja bisa mendongkrak inflasi ke level yang lebih tinggi. Dia mencontohkan isu terbaru terkait penyesuaian gaji sebanyak 8000 pejabat negara.
Hal ini, kata dia, akan membebani laju inflasi yang akan menimbulkan ekspektasi peningkatan daya beli. Kemudian, hal ini bisa mendorong pedagang menaikan harga. Karenanya, saran Rusman, ekspektasi tersebut perlu diredam dengan suatu kepastian kebijakan yang akan diterapkan. Sehingga bukan hanya menjadi sekadar wacana yang realisasinya belum diketahui.
" Sebenarnya kenaikan gaji sudah dilakukan 5% yang otomatis naik itu, nah ini mau bicara yang mana lagi diatas 5%? Kalau ini dikembangkan ini seolah-olah masyarakat menjadi rela membayar tinggi toh gajinya akan naik " cetusnya.



Jakarta, CyberNews. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan target laju Inflasi tahun 2011 sebesar 5,3% dalam APBN sulit dicapai. Pasalnya, di tahun ini target inflasi itu terganjal berbagai kebijakan pemerintah.
" Saya tidak mengatakan 5,3 persen itu tercapai atau tidak tercapai, karena kami tidak bisa juga buat proyeksi tapi rasanya target pemerintah itu belum bisa tercapai di tengah serbuan faktor internal dan eksternal “ ujar Rusman.
Menurut dia, harga pangan dunia tengah meningkat yang berimbas pada harga pangan di dalam negeri. Meskipun, lanjut Rusman, kenaikan harga pangan diakuinya tidak setinggi pada bulan Desember lalu.
Rusman menilai kebijakan-kebijakan pemerintah tahun ini disinyalir memicu inflasi. Terutama kebijakan pembatasan BBM bersubsidi dan tarif listrik, " Ingat pada 2010 pendorong inflasi nomor dua itu dari TDL sehingga menjadi referensi buat pemerintah " terangnya.
Kendati demikian, Rusman menambahkan, bukan berarti kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan. Pasalnya, pembatasan BBM bersubsidi yang akan diberlakukan pada akhir kuartal I berdampak baik untuk anggaran negara sehingga memang patut dilakukan.
Selain itu, pelepasan Capping listrik industri, lanjutnya, juga memiliki potensi untuk menaikan inflasi pada 2011 ini. Meskipun, Rusman mensinyalir dampak inflasinya tidak langsung tapi memiliki dampak berkelanjutan. " Kalau akibat kebijakan itu industrinya naikin harga ya akan kena ke masyarakat dan bisa menimbulkan inflasi " jelasnya.
Menurut Rusman, ekspektasi inflasi sangat melekat di masyarakat Indonesia, sehingga isu-isu yang sensitif saja bisa mendongkrak inflasi ke level yang lebih tinggi. Dia mencontohkan isu terbaru terkait penyesuaian gaji sebanyak 8000 pejabat negara.
Hal ini, kata dia, akan membebani laju inflasi yang akan menimbulkan ekspektasi peningkatan daya beli. Kemudian, hal ini bisa mendorong pedagang menaikan harga. Karenanya, saran Rusman, ekspektasi tersebut perlu diredam dengan suatu kepastian kebijakan yang akan diterapkan. Sehingga bukan hanya menjadi sekadar wacana yang realisasinya belum diketahui.
" Sebenarnya kenaikan gaji sudah dilakukan 5% yang otomatis naik itu, nah ini mau bicara yang mana lagi diatas 5%? Kalau ini dikembangkan ini seolah-olah masyarakat menjadi rela membayar tinggi toh gajinya akan naik " cetusnya.





TEMPO Interaktif, Jakarta - Melonjaknya harga saham di Bursa New York semalam dan pergerakan bursa regional pagi ini akan mempengaruhi perdagangan bursa domestik hari ini, Rabu 1 Juni 2011.

Antisipasi rendahnya angka inflasi dan bahkan kemungkinan kembali terjadi deflasi di bulan Mei kemarin bisa memicu para pemodal untuk kembali melakukan akumulasi saham di bursa.

Siang ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi bulan Mei kemarin. Diperkirakan inflasi bulan ini akan mencapai sekitar 0,1 persen untuk inflasi bulanan (MoM).

Pada perdagangan semalam, indeks Dow Jones industri ditutup naik 128,21 poin (1,03 persen) ke level 12.569,79. Indeks saham teknologi Nasdaq juga menguat 38,44 poin (1,7 persen) menjadi 2.835,30. Indeks S&P 500 juga naik 14,1 poin (1,06 persen) ke posisi 1.345,2.

Adanya sentimen positif dari faktor regional dan domestik diharapkan dapat menggerakkan indeks untuk kembali mendekati level tertingginya di 3.872, setelah dalam beberapa hari terakhir indeks bergerak datar.

Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, menjelaskan sikap wait and see investor menjelang pengumuman data inflasi membuat indeks bergerak dalam kisaran sempit. “ Adanya wacana pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi juga menjadi hambatan penguatan bursa,” tuturnya.

Hari ini indeks akan bergerak dalam rentang 3.825 hingga 3.858. Investor dapat mencermati pergerakan harga komoditas untuk melakukan akumulasi saham pertambangan dan perkebunan.

Saham-saham seperti Indo Tambangraya (ITMG), Sampoerna Agro (SGRO), serta MNC (BMTR) bisa menjadi perhatian pemodal hari ini.

Pada perdagangan kemarin indeks berhasil menguat 10,83 poin (0,28 persen) ke level 3.836,967. Saham sektor konstruksi, perdagangan, serta industri dasar menjadi penggerak indeks.




DAMPAK HARGA CABAI MEROKET PICU INFLASI PERLU DIEVALUASI


Kenaikan harga cabai sulit diprediksi di tengah pengaruh iklim yang tidak menentu. Selain iklim, kenaikan harga komoditas ini ikut dipengaruhi ekspektasi kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Apalagi kenaikan ini memang secara psikologis memengaruhi tingkat inflasi yang di luar ekspektasi mencapai 6,96 persen sepanjang 2010.

Ekonom Senior Mirza Adityaswara menjelaskan, memang saat ini sedang ada wacana untuk meniadakan cabai dalam perhitungan inflasi. “ Cabai memang penting bagi masyarakat Indonesia, akan tetapi mungkin yang perlu ditinjau adalah berapa besar bobot cabai dalam perhitungan komponen inflasi bahan makanan dan inflasi total ” kata Mirza ketika dikofirmasi Tribunnews.com, Senin (3/1/2011), malam.

Dikatakan, sebagai negara berkembang yang mana masyarakat berpenghasilan rendah masih banyak, maka inflasi bahan makanan pantas mempunyai bobot terbesar.

Tapi tentu cabai tidak sepenting beras, jadi bobotnya cabai harus dilihat sebesar apa yang pantas untuk kondisi masyarakat Indonesia saat ini ” kata Mirza